Manusia itu lucu, dan entah mengapa Tuhan bisa menciptakan makhluk selucu manusia. Apakah karena Tuhan juga lucu? Ataukah Tuhan butuh hiburan setelah capek mengurus alam semesta?
Entahlah.
Kembali lagi. Manusia itu lucu. Sesedih apapun kisah hidupnya, manusia tetaplah manusia, dan manusia itu lucu.
Dengan pikirannya, manusia membangun dunianya sendiri. Berbagai keputusan yang berdampak pada kejadian tertentu, pemikiran yang menghasilkan perkataan tertentu, semuanya itu membentuk suatu dunia. Terkadang, ada dua dunia yang bertubrukan dan menjadi satu, meski ada kalanya hanya saling menyerempet.
Manusia selalu punya sesuatu untuk dikatakan tentang orang lain, meski terkadang ia tak mau dikatai oleh orang lain. Beberapa manusia menyimpan perasaannya sedemikian rupa, hingga meledak bagai gunung berapi. Sebagian lain hanya ikut arus besar, tanpa berusaha mencari arus-arus lain yang lebih tenang namun lebih menghanyutkan.
Sebagian manusia masih belum tahu apa yang ingin dia lakukan dengan hidupnya. Beberapa terjebak di masa lalu. Lainnya, sibuk mencari sorotan di panggung duniawi. Beberapa gelintir, terbahak-bahak di belakang panggung, dengan tangan masih memegang tali yang digunakannya untuk mengendalikan boneka-boneka di atas panggung.
Beberapa manusia tertahan oleh pikiran-pikirannya. Beberapa manusia hanya akan berpikir jika sudah pernah melihat wajah Kematian. Yang lainnya, mencoba mensinkronisasikan pikiran dan kata hatinya.
Manusia itu lucu dengan caranya sendiri.