Dari total 17.000 pulau dan sekian banyak destinasi pariwisata Indonesia yang sudah diketahui, masih banyak lagi destinasi yang perlu dieksplorasi agar pesonanya dapat dipromosikan secara lebih luas. Saya pun lebih memilih destinasi yang berlokasi cukup terpencil dan menyimpan banyak potensi promosi pariwisata. Maka dari itu, tanpa mengurangi rasa kagum dan bangga dengan destinasi pariwisata Indonesia yang lain, saya pun menjatuhkan pilihan pada Kepulauan Anambas, sebagai destinasi yang paling ingin saya kunjungi.
Saya mengetahui keberadaan Kepulauan Anambas pertama kali ketika membaca sebuah majalah traveling, yang sayangnya sekarang terselip entah di mana. Pernah juga iseng mencari tiket pesawat promo ke sana, namun sampai sekarang, rencana masih berupa rencana. Begitu saya melihat lomba menulis di blog ini, saya berpikir, kenapa tidak mencoba menulis tentang Anambas meski saya belum pernah ke sana? Siapa tahu nanti akan diajak betulan.
Alasan utama saya ingin mengunjungi Kepulauan Anambas: pariwisata mereka yang kurang dipromosikan di negeri sendiri. Faktor utamanya adalah lokasi yang cukup terpencil, karena berada di wilayah perbatasan. Contoh paling nyata adalah sang pacar. Ketika mendengar ambisi kecil saya untuk traveling ke Anambas, dia bertanya begini,
"Anambas itu yang punya Malaysia, ya?"
Ya ampun. Gemas sekali saya ketika mendengarnya.
Lalu, saya pun dengan sabar menjelaskan kepadanya bahwa Anambas masih berada di bawah naungan Indonesia, meski lokasinya yang tergolong terpencil, yakni di perairan Natuna dan Laut Tiongkok Selatan, dan berada di antara Singapura dan pulau Natuna. Lokasinya yang terpencil membuat keindahan alamnya masih cukup terjaga, karena sebagian besar dari 238 gugusan pulau tersebut tidak berpenghuni. Saya juga memberikan satu trivia lain, yaitu pada tahun 2012, CNN menobatkan Kepulauan Anambas di urutan pertama dalam daftar lima kepulauan tropis terbaik di Asia. Mengesankan, bukan?
Jika alasan saya dirasa masih kurang, video ini dapat memberikan sedikit gambaran mengenai pesona Anambas. Tentunya saya akan menceritakan lebih banyak lagi, apabila nanti dipilih untuk pergi ke Anambas bersama @pegi_pegi dan ko Alex @aMrazing.
Keinginan saya untuk mengunjungi Anambas tak hanya karena ingin langsung merasakan keindahan alamnya dengan seluruh panca indera, namun juga didasari keinginan untuk menjadi turis yang bertanggung jawab terhadap lingkungan sekitarnya. Hal tersebut sesuai dengan prinsip ecotourism, yang didefinisikan oleh The International Ecotourism Society sebagai bentuk turisme yang mengunjungi wilayah alami, menjaga ketahanan lingkungan dan kesejahteraan masyarakat lokal, sekaligus melibatkan interpretasi nyata dan edukasi. Berdasarkan hal itu, inilah beberapa misi kecil ecotourism saya apabila nanti benar-benar diajak untuk menjelajahi Anambas:
- Mengurangi potensi sampah yang masuk ke Anambas, dengan cara membawa botol minum sendiri. Bukan botol plastik, tentunya, tapi tumbler yang bisa dipakai berkali-kali.
- Memberikan penyuluhan tentang cara menyaring air laut sehingga bisa digunakan sebagai air minum. Hal ini disebabkan karena masih banyaknya warga lokal yang kesulitan air bersih. (sumber)
- Memberikan dampak positif langsung secara finansial, dengan makan makanan khas Anambas, membeli kerajinan khas Anambas, yakni kain cual, tenunan asli Pulau Siantan dan gasing.
Last but not the least, saya berharap tulisan ini dapat membawa saya melihat langsung keindahan Anambas, agar saya bisa melaksanakan misi saya dengan semangat ecotourism, dan menceritakan lebih banyak lagi mengenai Anambas.
Cheers!
- http://indonesia.travel/en/destination/1077/the-anambas-islands
- http://edition.cnn.com/2012/04/13/sport/south-east-asia-sailing/index.html
- http://www.ecotourism.org/what-is-ecotourism
