Dec 27, 2011

Film Mimpi Debby: Bersepeda di Dubai

Dalam cerita ini, semua nama yang gue pergunakan adalah bukan nama asli.
Ketika gue tidur siang tadi, gue mimpi begini:

Mulanya, gue ikut kelas astronomi, dan dalam film mimpi itu, tiap kali ada yang melakukan perjalanan untuk mencari suatu bintang, ada animasi 3D yang menunjukkan peta dan pergerakan mobil yang digunakan.

Suatu hari, ada perlombaan untuk menemukan bintang yang berada di belahan Bumi yang paling ujung. Logikanya, karena bumi itu bulat, tentu tidak ada yang namanya "belahan Bumi yang paling ujung", namun, di animasi 3D itu, Bumi ditunjukkan sebagai sebuah planet yang datar, dan kelompok gue kalah tipis dengan kelompok lawan untuk menemukan bintang itu, yang gue perhatikan justru galaksi Bima Sakti yang terlihat jelas sepanjang perjalanan.

Mendadak adegan berubah. Gue bersama sahabat gue, Kayla, sedang berbelanja di sebuah mall yang mirip dengan mall yang biasa gue datangi di Serpong, hanya saja, rak-rak barangnya lebih tinggi. Gue sedang berjalan menuju freezer es krim ketika mendadak gue melihat Jethro, cowok yang belakangan ini gue taksir, bersama temannya Galih, yang kebetulan juga disukai Kayla. Gue buru-buru berlari dengan troli belanjaan gue, menuju Kayla yang berada nggak jauh dari situ, untuk memberi tahu hal ini. Namun, belum sampai ke sana, lagi-lagi adegan berubah.

Gue berada di mobil. Saat itu sudah malam, dan dalam adegan itu, gue hendak melakukan perjalanan dari Lombok menuju Dubai. Gue melihat tas-tas dan sepeda telah dipak dalam mobil. Kemudian, mendadak gue dapet kabar kalo Jethro dan Galih juga bakal ke Dubai, sama teman-temannya yang lain.

Adegan berubah lagi. Ceritanya, gue udah di Dubai, dan gue sedang mencari rute menuju suatu tempat yang berbatasan dengan laut. Gue bertemu dengan seorang pemandu, dan ada peta yang bisa bergerak menunjukkan arah yang harus kita tempuh, seperti animasi 2D. Gue disuruh bergerak ke arah selatan. Maka pergilah gue bersama rombongan gue ke sana.

Ketika gue sampai, gue melihat rombongan Jethro. Namun, gue berusaha agar tak terlihat sama dia. Malamnya, gue nge-chat dia lewat Y!M, dan coba tebak, apa yang pertama kali gue tulis?

D : Hey :)
J : Hey juga
D : I kinda miss you so much from here. (padahal gue juga lagi di Dubai)
J : Hahahaha.

Ketika gue mau mengetik kata-kata selanjutnya, segalanya jadi gelap.

Gue kebangun, dengan hati masih berdebar-debar dan badan berkeringat. Mimpi yang cukup melelahkan, eh?

Dec 12, 2011

Hai!

Akhirnya, gue bikin blog kedua ini, untuk menuangkan segala pikiran gue yang berbahasa Indonesia. Untuk pikiran-pikiran berbahasa Inggris, bisa dilihat di sini.
Postingan yang udah sempet gue post di situ, akan gue pindahin kesini, sesuai dengan waktunya.

Dec 8, 2011

Terlanjur


Bilakah dia tahu, apa yang t'lah terjadi? Semenjak hari itu, hati ini miliknya.
Sepenggal lirik lagu Kahitna itu benar-benar mewakili perasaanku. Sebulan telah berlalu sejak pertama kali aku melihatnya. Selama itu pula aku telah berhasil mengetahui sebagian sisi dari dirinya, meski tidak semuanya, tentu. 

Aku rasa, sepertinya dia mulai menyadari maksudku. Atau tidak.

Segalanya terlanjur terjadi. Sifat ingin tahuku yang luar biasa (mungkin) membuatnya risih dan (semakin) menjauh dariku. Seolah dibangunkan dengan paksa dari tidur panjang dengan mimpi yang begitu indah, aku dipaksa menarik diri darinya untuk sementara.

Setelah 4 hari berturut-turut, akhirnya aku kembali melihat dirinya. Dia masih sama tampannya seperti hari-hari kemarin. Aku tak sanggup melepaskan pandangku, mesku hatiku menangis, seolah dipaksa menelan obat pahit. Rasa itu masih menyihirku, meski aku--dengan sedikit paksaan--mulai dibawa kembali pada kenyataan.

Aku terlanjur tenggelam, dan kembali ke daratan seolah menyusahkanku untuk bernapas. Rasanya aku ingin terus tenggelam dan tidak pernah kembali. Perasaan itulah yang terus memenuhi otakku yang telah sesak oleh pikiran-pikiran lain yang mencoba memenangkan fokusku.

Betapapun beratnya, aku masih menyimpan sebuah harapan kecil. Suatu saat nanti, dia akan tahu dan mengerti bagaimana perasaanku yang sebenarnya, dan membalasnya sama seperti apa yang kurasa.
Andai dia tahu...

Nov 10, 2011

Rindu dan Candu



Aku tak pernah menyangka akan merasa rindu pada seseorang dari masa laluku (lagi), apalagi setelah kejadian-kejadian yang kualami akhir-akhir ini. Agak mengesalkan, karena perasaan ini datang dengan tiba-tiba dan langsung menyerang ke pusat bagian otak yang bertuliskan huruf besar-besar 'KENANGAN'.


Aku yakin aku sudah mampu 'berpindah' darinya. Hanya saja, sifat kewanitaanku terkadang bisa begitu berlebihan dengan turut membanjiri ruang di otakku dengan sejuta kenangan yang kudapat dari waktu-waktu yang pernah kuhabiskan bersamanya dulu, di sebuah kota kecil yang juga kurindukan.


Bahkan, tak bisa kupungkiri, di sebuah sudut terpencil di hatiku, aku ingin memeluknya untuk terakhir kali jika aku diberi kesempatan untuk bertemu lagi dengannya.

Aku teringat orang yang akhir-akhir ini kusebut dalam doaku, menghiasi mimpiku, yang telah mampu membuat ruang di hatiku sedikit diterangi cahaya. Memutarbalikkan duniaku setiap kali aku melihatnya, dan menghentikan detak jantungku sejenak tiap kali mata kami bertemu. Aku masih tersihir dengan tatapannya. Melepaskan tawa melihat tingkah dan candanya. Gemas ketika ia mulai berbicara dengan cara yang menurutku sangat lucu sekali. Seandainya dia tahu…


Perlahan, rindu pun berganti dengan candu. Galau berganti gurau. Aku kembali mampu untuk bangkit, menatap jalan yang terbentang di depanku, dan perlahan tapi pasti, aku melangkah menuju masa depanku. Kamukah? Aku berharap begitu. ;)