Nov 10, 2011

Rindu dan Candu



Aku tak pernah menyangka akan merasa rindu pada seseorang dari masa laluku (lagi), apalagi setelah kejadian-kejadian yang kualami akhir-akhir ini. Agak mengesalkan, karena perasaan ini datang dengan tiba-tiba dan langsung menyerang ke pusat bagian otak yang bertuliskan huruf besar-besar 'KENANGAN'.


Aku yakin aku sudah mampu 'berpindah' darinya. Hanya saja, sifat kewanitaanku terkadang bisa begitu berlebihan dengan turut membanjiri ruang di otakku dengan sejuta kenangan yang kudapat dari waktu-waktu yang pernah kuhabiskan bersamanya dulu, di sebuah kota kecil yang juga kurindukan.


Bahkan, tak bisa kupungkiri, di sebuah sudut terpencil di hatiku, aku ingin memeluknya untuk terakhir kali jika aku diberi kesempatan untuk bertemu lagi dengannya.

Aku teringat orang yang akhir-akhir ini kusebut dalam doaku, menghiasi mimpiku, yang telah mampu membuat ruang di hatiku sedikit diterangi cahaya. Memutarbalikkan duniaku setiap kali aku melihatnya, dan menghentikan detak jantungku sejenak tiap kali mata kami bertemu. Aku masih tersihir dengan tatapannya. Melepaskan tawa melihat tingkah dan candanya. Gemas ketika ia mulai berbicara dengan cara yang menurutku sangat lucu sekali. Seandainya dia tahu…


Perlahan, rindu pun berganti dengan candu. Galau berganti gurau. Aku kembali mampu untuk bangkit, menatap jalan yang terbentang di depanku, dan perlahan tapi pasti, aku melangkah menuju masa depanku. Kamukah? Aku berharap begitu. ;)