Nov 26, 2012

Persembunyian

Kita semua adalah tukang bangunan dan tukang penghancur. Kita mampu membangun tembok pertahanan yang tebal dan kuat. Tak ada seorangpun yang sanggup menghancurkannya, kecuali kita sendiri. Atau orang itu memang ahli dalam menghancurkan tembok yang kita buat.

Aku bersembunyi di balik tembok yang telah kubangun selama bertahun-tahun. Batu demi batu, aku menciptakan persembunyian ini. Aku selalu bersembunyi di sini ketika aku merasa tak ada lagi tempat bersembunyi bagiku.

Kupikir segalanya sudah aman. Namun, tiba-tiba aku mendengar suara hantaman palu yang memekakkan telinga. Aku panik. Persembunyianku telah terbongkar.

Aku tak mampu memanjat keluar dari sana. Tembok yang kubangun telah terlalu tinggi untuk kupanjat, dan bila aku mencoba, aku bisa mati terjatuh dari ketinggian yang tak terhitung lagi.

Suara hantaman terdengar semakin keras, dan ketika batu terakhir lepas dan ada lubang besar menganga di persembunyianku, aku hanya bisa berdiri mematung. Bayangan orang yang menghancurkan persembunyianku tampak samar di belakang cahaya yang menyilaukan.

Tapi aku tak perlu bertanya untuk tahu.

Kamu. Orang yang tak seharusnya kuberitahu tentang persembunyian ini. Ketika aku menghilang dari hadapanmu, kamu tahu di mana harus mencariku, dan membawaku pergi. Mungkin aku harus mencari tempat lain untuk bersembunyi, entah kapan.

No comments:

Post a Comment