Banyak sekali yang ingin kulakukan. Entah keinginan-keinginan yang sudah lama kuinginkan ketika aku masih penuh dengan ingin, atau keinginan-keinginan yang muncul karena sesuatu yang benar-benar mempengaruhi hatiku yang masih cukup mudah terbawa arus ini.
Dengan sifatku yang tertarik akan banyak hal-hal baru, tentunya aku akan banyak berkeinginan ini-itu. Namun semuanya masih sebatas ingin. Sisi kekanakanku yang masih ingin bebas dari segala tanggung jawab belum bisa kutaklukkan untuk melaksanakan keinginan-keinginanku itu.
Benar, aku belum berhasil mengalahkan diriku sendiri.
Keinginan yang masih sebatas ingin adalah masalah terbesarku. Tumpukan-tumpukan keinginan kian menggunung menjadi seperti tumpukan kertas di sudut otakku yang seharusnya kugunakan untuk menyerap berbagai teori yang selama ini sudah diberikan dosen-dosenku dengan susah payah. Aku masih terlalu malas (atau dengan pembenaranku selama ini, 'sibuk') dengan hal-hal lain hingga aku lupa 'merapikan' kertas-kertas itu.
Mengapa kertas-kertas? Karena selama kuliah di jurusan Ilmu Komunikasi, kertas adalah barang yang wajib untuk dipegang, terutama ketika ujian menjelang. Rasa-rasanya aku ingin membeli komputer tablet sehingga aku tidak perlu lagi menghabiskan hasil olahan pohon yang semakin sedikit itu. Ha! Satu lagi keinginan yang terucap (atau dalam kasus ini, tertulis).
Dengan waktu yang semakin sempit, aku harus cepat merapikan kertas-kertas yang bertumpuk ini segera, dan menemukan satu kertas yang berisikan keinginan terbesarku, dan meletakkannya 5 cm di depan mataku.
No comments:
Post a Comment