Mau nggak kamu jadi pacarku?
Baru beberapa jam yang lalu aku mendengarkan kalimat itu terlontar dari mulutnya, yang kini menjadi kekasihku.
Aku ingat menatap matanya lekat-lekat, kemudian berpaling, terdiam sejenak, hingga dia menginterupsi keheningan. Seolah dia sudah mengetahui jawaban yang akan aku lontarkan. Tak sabaran. Persis sepertiku.
Satu kata yang akan mengakhiri seluruh kelelahan oleh misi pencarian ini. Satu kata lagi, dan aku akan memasuki sebuah awal yang baru.
Tersenyum, aku pun menganggukkan "iya"-ku.
Sebuah pelukan yang mengalirkan kehangatan di sekujur tubuhku mengawali hubungan kami. Petualangan apa yang akan kami hadapi, kuserahkan pada Penguasa semesta.
No comments:
Post a Comment