Jul 8, 2013

Lucu?

Manusia itu lucu, dan entah mengapa Tuhan bisa menciptakan makhluk selucu manusia. Apakah karena Tuhan juga lucu? Ataukah Tuhan butuh hiburan setelah capek mengurus alam semesta?

Entahlah.

Kembali lagi. Manusia itu lucu. Sesedih apapun kisah hidupnya, manusia tetaplah manusia, dan manusia itu lucu.

Dengan pikirannya, manusia membangun dunianya sendiri. Berbagai keputusan yang berdampak pada kejadian tertentu, pemikiran yang menghasilkan perkataan tertentu, semuanya itu membentuk suatu dunia. Terkadang, ada dua dunia yang bertubrukan dan menjadi satu, meski ada kalanya hanya saling menyerempet.

Manusia selalu punya sesuatu untuk dikatakan tentang orang lain, meski terkadang ia tak mau dikatai oleh orang lain. Beberapa manusia menyimpan perasaannya sedemikian rupa, hingga meledak bagai gunung berapi. Sebagian lain hanya ikut arus besar, tanpa berusaha mencari arus-arus lain yang lebih tenang namun lebih menghanyutkan.

Sebagian manusia masih belum tahu apa yang ingin dia lakukan dengan hidupnya. Beberapa terjebak di masa lalu. Lainnya, sibuk mencari sorotan di panggung duniawi. Beberapa gelintir, terbahak-bahak di belakang panggung, dengan tangan masih memegang tali yang digunakannya untuk mengendalikan boneka-boneka di atas panggung.

Beberapa manusia tertahan oleh pikiran-pikirannya. Beberapa manusia hanya akan berpikir jika sudah pernah melihat wajah Kematian. Yang lainnya, mencoba mensinkronisasikan pikiran dan kata hatinya.

Manusia itu lucu dengan caranya sendiri.

Jul 6, 2013

Ketika Tuhan Bosan...

Pernahkah Ia bosan? Entahlah. Aku juga tidak tahu. Tapi pikiranku yang hobi melucu mulai membayangkan hal-hal yang dilakukan-Nya jika Ia pernah merasa bosan.

Ia menembakkan bintang-bintang di setiap galaksi ke seluruh penjuru alam semesta, untuk menampung keinginan tiap makhluk yang mengisi alam semesta. Bintang-bintang itu melewati galaksi lain, mengelilinginya, mendengarkan setiap keinginan yang terucapkan ataupun tidak. Meski mungkin, tidak semua keinginan dapat ia penuhi.

Tuhan punya pemutar musik spesial, sebuah kotak musik yang hanya bisa didengar oleh-Nya. Entah apa lagu kesukaan-Nya, yang pasti, tiap kali Ia merasa bosan, ia membuka kotak musik itu dan mendengarkan alunan melodinya.

Apakah Tuhan juga membaca buku? Tentu saja. Ia bahkan menulis buku mengenai makhluk-makhluk yang akan mengisi berbagai planet di alam semesta. Ia juga menambahkan nama-nama baru di buku kehidupan, yang halamannya sudah sangat tebal seperti bantal.

Oh, Tuhan juga punya bioskop pribadi. Kehidupan semua makhluk di alam semesta adalah koleksi film yang dimiliki-Nya. Tak satupun kejadian terlewatkan oleh-Nya. Setiap hela napas, helai rambut dan daun yang jatuh, setiap sel yang bertambah, Dia tahu.

Bila sudah bosan menonton film, Tuhan berjalan ke halaman belakang sorga yang berpemandangan indah. Jurang yang memisahkan sorga dan neraka adalah pemandangan halaman belakang sorga. Di sorga tidak ada gunung berapi, sehingga Tuhan biasanya duduk di halaman belakang, melihat gunung berapi neraka dari kejauhan. Entah apa yang dipikirkan Tuhan bila Ia sedang duduk di halaman belakang.

Lagi-lagi, bila Tuhan bosan, Ia mulai bernyanyi. Ya, Tuhan pasti bisa bernyanyi. Nyanyian-Nya lebih merdu dari kicau burung terindah. Bila Ia mulai bernyanyi, seluruh penghuni sorga diam sejenak, mendengarkan nada-nada yang tak ada di tangga nada manapun. Dan, biasanya seluruh penghuni sorga akan mulai menari, berpasangan atau berkelompok, mengiringi nyanyian Tuhan. Ketika Tuhan sudah selesai bernyanyi dan membuka jendela istana-Nya, seluruh penghuni sorga segera berhenti menari, lalu kembali mengerjakan tugas masing-masing.

Apa lagi yang akan dilakukan Tuhan bila ia bosan? Entahlah, aku pun tidak tahu. Aku juga tidak tahu apabila Tuhan pernah bosan. Maksudku, mengurus alam semesta tidak selalu menyenangkan, bukan?
Mungkin, Tuhan terlalu mencintai pekerjaan-Nya, sehingga tidak punya waktu untuk merasa bosan.

Apr 19, 2013

Tentang Manusia

Setiap calon manusia memiliki sekian persen kemungkinan untuk tidak menjadi manusia.

Dan tidak semua manusia dapat hidup selayaknya manusia, oleh karena manusia yang lain.

Manusia menghilang, menghilangkan, kehilangan, dan pada akhirnya hilang.

Kapankah manusia menjadi manusia? Sampai kapankah kemanusiaan ada pada diri manusia?

Konstruktor dunia sibuk menumpulkan kemanusiaan manusia. Yang lemah terkikis habis, yang bertahan mencoba melawan.

Siapa yang cukup berani mengkonstruksi dunia baru, dengan atmosfir dan gaya gravitasi yang cukup bagi manusia untuk hidup?

Nov 26, 2012

Persembunyian

Kita semua adalah tukang bangunan dan tukang penghancur. Kita mampu membangun tembok pertahanan yang tebal dan kuat. Tak ada seorangpun yang sanggup menghancurkannya, kecuali kita sendiri. Atau orang itu memang ahli dalam menghancurkan tembok yang kita buat.

Aku bersembunyi di balik tembok yang telah kubangun selama bertahun-tahun. Batu demi batu, aku menciptakan persembunyian ini. Aku selalu bersembunyi di sini ketika aku merasa tak ada lagi tempat bersembunyi bagiku.

Kupikir segalanya sudah aman. Namun, tiba-tiba aku mendengar suara hantaman palu yang memekakkan telinga. Aku panik. Persembunyianku telah terbongkar.

Aku tak mampu memanjat keluar dari sana. Tembok yang kubangun telah terlalu tinggi untuk kupanjat, dan bila aku mencoba, aku bisa mati terjatuh dari ketinggian yang tak terhitung lagi.

Suara hantaman terdengar semakin keras, dan ketika batu terakhir lepas dan ada lubang besar menganga di persembunyianku, aku hanya bisa berdiri mematung. Bayangan orang yang menghancurkan persembunyianku tampak samar di belakang cahaya yang menyilaukan.

Tapi aku tak perlu bertanya untuk tahu.

Kamu. Orang yang tak seharusnya kuberitahu tentang persembunyian ini. Ketika aku menghilang dari hadapanmu, kamu tahu di mana harus mencariku, dan membawaku pergi. Mungkin aku harus mencari tempat lain untuk bersembunyi, entah kapan.

Nov 17, 2012

(Terlihat) Sendiri

Aku berteman dengan bayanganku. Kami berbincang tiap hari, mendiskusikan apa saja. Masa lalu, masa kini, masa depan, kesempatan yang terbuang, kenangan yang tersimpan, hal-hal remeh yang tak akan mampu dimengerti orang-orang dewasa.

Bayangan tak menyukai masa lalu, karena ia sering disalahkan orang-orang karena bayangan mereka adalah masa lalu, bukan bayangan mereka sendiri. Ia lebih suka diajak bicara--mungkin berfilsafat--tentang mengapa ia ada, mengapa ia tak dapat ditangkap, dan mengapa ia gelap.

Oh, kini ia menatapku kesal. Tampaknya aku menyinggungnya, meski aku tak bohong dengan mengatakan bahwa ia gelap.

Ups.

Baiklah, baiklah. Aku tak ingin membuatnya marah. Bisa-bisa aku kehilangan tempat bersembunyi. Siapa yang tak ingin bersembunyi sesekali untuk memperkeras volume suara hati?

Jadi, apakah aku benar-benar sendiri?

Nov 5, 2012

Kekuatan Kecil Yang Besar

Ada sebuah kekuatan yang memastikan dunia tetap berjalan seperti saat ini.
Jika yang kau maksud kekuatan ilahi, pikir lagi.

Menguasai dunia dimulai dari menguasai pikiran orang-orang di dalamnya.

Oct 22, 2012

Cecaran Pikiran #1

Siapa suruh lo bertindak bodoh? Siapa suruh lo nggak berpikir lebih panjang?

Sekarang nyesel? Siapa lagi yang mau lo salahin? Diri lo? Nggak kasihan sama dia?

Kali ini, kebodohan lo udah melewati batas. Nggak seharusnya lo ngebuang kesempatan itu cuma gara-gara keteledoran lo. Kalo emang lo nggak tau, jangan gengsi. Jangan nganggep diri lo tau segalanya. Jangan malu dibilang bodoh. Mending malu sekarang daripada malu karena ketahuan pura-pura tau.

Lo itu masih terlalu cuek terhadap hal-hal penting dan malah mentingin hal-hal nggak penting? Lo taunya ngehindar ketika masalah dateng, dan ngarepin orang-orang nggak tau. Lo itu masih terlalu pengecut. Lo itu pinter, tapi masih bodoh. Lo masih belom punya karakter. Pribadi lo masih lemah. Pikiran lo masih kurang dalam. Lo sendiri masih kurang sigap dalam menghadapi masalah. Entah apa yang terjadi sama diri lo.

Gue tau kalo lo itu gue, dan gue nggak mau kita terus-terusan berantem karena sifat yang saling berlawanan. Makanya gue ngerasin lo supaya lo itu lebih berani. Mana lo yang percaya diri? Mana lo yang nggak pernah takut sama apa yang orang lain bilang? Mana lo yang cerdik? Mana lo yang dulu?

Gue harap sebelum tahun ini berakhir lo bisa sedikit lebih pintar daripada sekarang. Lo boleh muda, tapi apa lo mau terus-terusan dianggap remeh karena itu? Gimana lo mau dikenal sama dunia kalo lo sendiri masih belom bisa ngenalin diri lo sendiri dan ngembangin sisi-sisi positif yang lo punya?

Lo harus bisa nemuin jati diri lo sebelum lo meninggalkan usia belasan, dan itu nggak lama lagi. Bisa lo ngelakuin itu? Bisa lo nentuin target dan mastiin itu tercapai? Apa rencana lo selanjutnya? Apa yang mau lo lakuin di dunia bobrok ini?

Bahkan gue lebih pinter mencecar lo dibandingkan lo mencecar narasumber. Lo takut kena masalah? Buat apa lo hidup kalo lo nggak mau kena masalah?

Lo nggak boleh gini terus, Deb. Lo harus berubah. Nggak ada waktu lagi. Sebelum segalanya terlambat dan tau-tau lo dihadapkan sama satu masalah yang menuntut lo bertanggung jawab atas pilihan lo, lebih baik lo mulai menentukan sikap mulai sekarang. Inget, nggak punya sikap itu juga sikap. Nothing is something.

Maafin diri lo. Buang semua penyesalan, dan berubah. Belajar dari kesalahan lo. Jangan pernah ngandelin kekuatan lo sendiri. Gue yakin lo pasti bisa nemuin karakter lo sendiri, identitas lo, jati diri lo, substansi keberadaan lo di dunia. Gue nggak bakal berhenti mencecar lo sebelum lo menemukan permata di dalam diri lo. Lo butuh pemicu untuk mengeluarkan segala bakat yang udah hampir membusuk karena lo pendam terus-menerus. Siapa lagi yang bisa mencecar diri lo kalo bukan gue?