Showing posts with label Sekelebat. Show all posts
Showing posts with label Sekelebat. Show all posts

Apr 19, 2013

Tentang Manusia

Setiap calon manusia memiliki sekian persen kemungkinan untuk tidak menjadi manusia.

Dan tidak semua manusia dapat hidup selayaknya manusia, oleh karena manusia yang lain.

Manusia menghilang, menghilangkan, kehilangan, dan pada akhirnya hilang.

Kapankah manusia menjadi manusia? Sampai kapankah kemanusiaan ada pada diri manusia?

Konstruktor dunia sibuk menumpulkan kemanusiaan manusia. Yang lemah terkikis habis, yang bertahan mencoba melawan.

Siapa yang cukup berani mengkonstruksi dunia baru, dengan atmosfir dan gaya gravitasi yang cukup bagi manusia untuk hidup?

Nov 17, 2012

(Terlihat) Sendiri

Aku berteman dengan bayanganku. Kami berbincang tiap hari, mendiskusikan apa saja. Masa lalu, masa kini, masa depan, kesempatan yang terbuang, kenangan yang tersimpan, hal-hal remeh yang tak akan mampu dimengerti orang-orang dewasa.

Bayangan tak menyukai masa lalu, karena ia sering disalahkan orang-orang karena bayangan mereka adalah masa lalu, bukan bayangan mereka sendiri. Ia lebih suka diajak bicara--mungkin berfilsafat--tentang mengapa ia ada, mengapa ia tak dapat ditangkap, dan mengapa ia gelap.

Oh, kini ia menatapku kesal. Tampaknya aku menyinggungnya, meski aku tak bohong dengan mengatakan bahwa ia gelap.

Ups.

Baiklah, baiklah. Aku tak ingin membuatnya marah. Bisa-bisa aku kehilangan tempat bersembunyi. Siapa yang tak ingin bersembunyi sesekali untuk memperkeras volume suara hati?

Jadi, apakah aku benar-benar sendiri?

Nov 5, 2012

Kekuatan Kecil Yang Besar

Ada sebuah kekuatan yang memastikan dunia tetap berjalan seperti saat ini.
Jika yang kau maksud kekuatan ilahi, pikir lagi.

Menguasai dunia dimulai dari menguasai pikiran orang-orang di dalamnya.

Oct 21, 2012

Kontak Ponsel dan Satu Nama


Aku menyusuri setiap nama di kontak ponselku, mencoba merapikan setiap nama dengan nama sebenarnya, bukan label yang kubuat agar bisa membedakan mereka dengan kontak lain yang memiliki nama sama. Fungsi kolom perusahaan kumanfaatkan semaksimal mungkin untuk merapikan setiap kontak. Menghapus kontak yang tidak lagi menghubungiku lebih karena nomor ponselku yang telah berubah, dan mengira-ngira haruskah aku menanyakan kembali nomor ponsel kontak yang cukup penting.


Sampai akhirnya, pandanganku terpaku pada satu nama di kontak ponselku.

Satu nama. Sebuah nomor ponsel yang sangat mudah diingat bertahun-tahun lalu. Hari itu. Tahun itu.

Hatiku kembali mencelos. Dunia sekelilingku tiba-tiba mengabur dengan kenangan-kenangan yang berputar sangat cepat dalam pikiranku. Aku sempat merasa bahwa aku akan terjatuh, namun kesadaranku kembali, dan aku bersikap seolah tak terjadi apa-apa.

Dan 'bersikap seolah tak terjadi apa-apa' adalah salah satu keahlianku. Dunia kembali berjalan seperti biasa.

Oct 4, 2012

Menumbuhkan Sayap

Aku adalah calon kupu-kupu. Saat ini, aku sedang berada di dalam sebuah selubung putih. Aku tidak makan apapun, tidak melihat cahaya matahari, tidak pergi bermain bersama yang lainnya. Aku berada dalam dunia kecilku sendiri.

Menumbuhkan sayap itu tidak mudah, kau tahu. Bayangkan bila tiba-tiba sepasang sayap yang keras keluar dari balik punggungmu yang kenyal, bukankah itu menyakitkan? Tidakkah kau ingin tetap bergerak lambat dan menggigit dedaunan, tanpa harus terperangkap dalam serat-serat kasar dan menunggu dalam diam?

Tapi bila aku tidak menumbuhkan sayap, maka aku akan tetap menjadi sang ulat kecil, yang bergerak lambat ketika teman-temanku telah mengelilingi separo dunia dengan sayap mereka yang lebar. Untuk itulah aku menarik diri, memintal serat untuk membangun selubungku, dan berdiam diri sementara.

Dan ketika saatnya tiba, aku akan bisa mengembangkan sayapku sendiri, mengepakkannya, dan menjelajahi dunia.