LED BlackBerry yang berkedip manja. Detak jantung yang memburu ketika sosokmu tertangkap mata.
Tuhan pasti teringat akan mahakarya Michaelangelo ketika menciptakan kamu.
(Apakah Dia memikirkanku juga?)
Bilakah kamu mengizinkanku masuk ke dalam hatimu? Aku sudah lama menunggu di luar, menunggumu membuka pintu.
Alasan menghilang ketika kucari, lidahku kelu menjawab.
Bayangmu tetap tinggal, meski ragamu tak terlihat mata. Membuatku gila.
Mataku buta, telingaku tuli, mulutku bisu pada kenyataan yang berceloteh riang tentang dirinya yang telah menyentuh sebuah ruang di hatimu.
Sosokmu yang nyata adalah bahagiaku. Kabar baikmu adalah legaku.
Kukunci rapat segala rasa, menggantungkan asa di angkasa. Berharap engkau tetap sama.
Sekilas tentangmu, biarlah menjadi pemancing imajinasi para pencari cinta.
(Aku mencintaimu, kuharap kamu mendengarnya)
No comments:
Post a Comment