Hari ini, aku menonaktifkan akun Twitterku untuk sementara. Agak sedih rasanya, tapi aku tak ingin membanjiri linikala teman-temanku dengan kalimat menyedihkan yang diakibatkan oleh kacaunya perasaanku.
Ya, aku baru saja kalah oleh patah hati.
Keingintahuanku menghancurkan diriku sendiri. Linikala seseorang yang sangat kusukai membuatku kehilangan harapan akan sebuah kesempatan untuk memasuki pintu hatinya. Semakin aku menyusuri linikalanya ke bawah, aku semakin hancur.
Ini adalah titik di mana aku bahkan tak sanggup berpikir normal dan segalanya terasa seperti angin lalu buatku. Linikalaku semalam membuktikan hal itu.
Kalah sebelum perang? Pengecut menyedihkan? Terserah kalian mau menyebutku apa.
Aku ingin menjauh, bersembunyi, dan menyembuhkan diriku. Berharap Tuhan segera mempertemukanku dengan seseorang yang bisa membuatku jatuh cinta lebih dalam daripada yang kurasakan padanya sekarang.
(atau, suatu saat dia menyadari bahwa yang mencintainya selama ini adalah aku…)
No comments:
Post a Comment